Senin, 19 September 2016

Andai Saya Jadi Jurnalis Televisi

Meniti cita-cita sebagai Jurnalis Televisi

Takdir memperkenalkanku dengan sebuah dunia baru, dunia yang mengharuskan aku untuk menulis dan aktif, karena menulis adalah suatu kewajiban bagi seorang jurnalis. Bagaimana tidak? Aku memilih program studi jurnalistik di Politeknik Negeri Jakarta yang sejatinya berorientasi pada bidang tulis menulis. Dalam program studi tersebut aku mempelajari mata kuliah penulisan berita, menyunting naskah, penulisan berita online, jurnalistik & sastra, dan lain sebagainya. Semua itu sangat mendukung untuk menuju dunia jurnalistik.

Awalnya aku tidak bercita-cita menjadi seorang jurnalis, karena kurang  bisa dalam hal tulis menulis tetapi sekarang setelah mendapatkan ilmu dan diasah untuk menulis,  aku merasa ada sesuatu yang menarik ketika aku sedang menulis, entah apa yang membuatku tertarik dalam  hal tulis menulis, aku tidak bisa menjelaskannya, mungkin seperti cinta pada pandangan pertama? Hahaha.

Sedikit mengutip dari buku Flow Di Era Socmed, ”Karena menulis mendorong proses integrasi informasi, menulis dapat membantu memecahkan masalah-masalah yang rumit. Apabila seseorang menulis dengan bebas tentang sebuah masalah yang rumit yang sedang dihadapi, dia akan lebih mudah untuk mendapatkan pemecahannya.” (James W. Pennebaker).

Terbesit di dalam benakku, apakah aku bisa menjadi seorang jurnalis? hal apa saja yang akan aku lakukan nanti? yang pastinya aku ingin menjadi seorang jurnalis yang memiliki integritas, jujur, berani, dan cerdas sehingga mampu menghipnotis penonton untuk lebih antusias mengikuti tayangan berita seperti Najwa Shihab.

Malam ini pikiranku melayang membayangkan jika aku menjadi seorang jurnalis televisi, ya jurnalis merupakan sebuah pekerjaan yang menurutku mempunyai sebuah nilai tambahan tersendiri, mengapa? Karena seorang jurnalis bisa memberikan sebuah informasi berdasarkan fakta kepada masyarakat, jadi bukan hanya sebuah hisapan jempol semata.

Seorang jurnalis/pers juga mempunyai fungsi  kontrol sosial sehingga  dapat membantu masyarakat yang mungkin haknya belum terpenuhi, seperti kurangnya sarana dan prasarana di suatu kota, desa, atau daerah dan masih banyak lagi.  

Sebagai jurnalis, Aku ingin mewawancarai orang-orang terkenal  yang menginspirasi bagi setiap orang ke arah kebaikan.  Seperti  mewawancarai  Bapak Prof. Dr.-Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie yang biasa dikenal dnegan sebutan B.J Habibie, beliau adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga, beliau juga dikenal sebagai pakar pesawat terbang yang disegani di luar negeri bahkan diberikan jabatan yang tinggi di luar negeri tetapi beliau tetap memilih untuk kembali ke tanah air untuk memajukan Indonesia.


Semoga apa yang telah aku pelajari serta pengalaman di lapangan dapat membantuku untuk meraih cita-citaku. Terus belajar,  terus mencoba, dan terus berlatih itulah yang harus aku lakukan.