Meniti
cita-cita sebagai Jurnalis Televisi
Takdir
memperkenalkanku dengan sebuah dunia baru, dunia yang mengharuskan aku untuk
menulis dan aktif, karena menulis adalah suatu kewajiban bagi seorang jurnalis.
Bagaimana tidak? Aku memilih program studi jurnalistik di Politeknik Negeri
Jakarta yang sejatinya berorientasi pada bidang tulis menulis. Dalam program
studi tersebut aku mempelajari mata kuliah penulisan berita, menyunting naskah,
penulisan berita online, jurnalistik & sastra, dan lain sebagainya. Semua itu
sangat mendukung untuk menuju dunia jurnalistik.
Awalnya
aku tidak bercita-cita menjadi seorang jurnalis, karena kurang bisa dalam hal tulis menulis tetapi sekarang
setelah mendapatkan ilmu dan diasah untuk menulis, aku merasa ada sesuatu yang menarik ketika aku
sedang menulis, entah apa yang membuatku tertarik dalam hal tulis menulis, aku tidak bisa
menjelaskannya, mungkin seperti cinta pada pandangan pertama? Hahaha.
Sedikit
mengutip dari buku Flow Di Era Socmed,
”Karena menulis mendorong proses integrasi informasi, menulis dapat membantu
memecahkan masalah-masalah yang rumit. Apabila seseorang menulis dengan bebas
tentang sebuah masalah yang rumit yang sedang dihadapi, dia akan lebih mudah
untuk mendapatkan pemecahannya.” (James W. Pennebaker).
Terbesit
di dalam benakku, apakah aku bisa menjadi seorang jurnalis? hal apa saja yang
akan aku lakukan nanti? yang pastinya
aku ingin menjadi seorang jurnalis yang memiliki integritas, jujur, berani, dan
cerdas sehingga mampu menghipnotis penonton untuk lebih antusias mengikuti
tayangan berita seperti Najwa Shihab.
Malam
ini pikiranku melayang membayangkan jika aku menjadi seorang jurnalis televisi,
ya jurnalis merupakan sebuah pekerjaan yang menurutku mempunyai sebuah nilai
tambahan tersendiri, mengapa? Karena seorang jurnalis bisa memberikan sebuah
informasi berdasarkan fakta kepada masyarakat, jadi bukan hanya sebuah hisapan
jempol semata.
Seorang
jurnalis/pers juga mempunyai fungsi
kontrol sosial sehingga dapat membantu
masyarakat yang mungkin haknya belum terpenuhi, seperti kurangnya sarana dan
prasarana di suatu kota, desa, atau daerah dan masih banyak lagi.
Sebagai
jurnalis, Aku ingin mewawancarai orang-orang terkenal yang menginspirasi bagi setiap orang ke arah
kebaikan. Seperti mewawancarai Bapak Prof. Dr.-Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie
yang biasa dikenal dnegan sebutan B.J Habibie, beliau adalah Presiden Republik
Indonesia yang ketiga, beliau juga dikenal sebagai pakar pesawat terbang yang
disegani di luar negeri bahkan diberikan jabatan yang tinggi di luar negeri
tetapi beliau tetap memilih untuk kembali ke tanah air untuk memajukan
Indonesia.
Semoga
apa yang telah aku pelajari serta pengalaman di lapangan dapat membantuku untuk
meraih cita-citaku. Terus belajar, terus
mencoba, dan terus berlatih itulah yang harus aku lakukan.



